Parapsikologi dan Metafisika

Arti Parapsikologi

Istilah parapsikologi itu pada akhir abad ke-19 mula-mula digunakan oleh M. Dessoir. Awalan “para”, yang juga digunakan dalam ilmu kesehatan seperti istilah paramedis, para-typhus, berarti “di samping”. Oleh karena itu gejala-gejala paranormal adalah gejala-gejala yang terjadi di samping gejala-gejala yang normal menurut tinjauan pikiran lumrah (common sense experience) (Kartoatmodjo, 1985). Dengan demikian maka parapsikologi menghendaki agar gejala-gejala yang “gaib” pada manusia tersebut diteliti secara “ilmiah”. Jadi, parapsikologi adalah penelitian yang mempelajari fakta-fakta tentang fenomena paranormal (Kartoatmodjo, 1985). Kebanyakan ilmuwan mencoba untuk mengamati fenomena yang tidak dapat dijelaskan. Semua ilmuwan yang lainnya membawa kita menjauh dari takhyul dan pemikiran gaib, dimana parapsikologi sudah mencoba untuk menemukan dasar ilmiah untuh hal-hal seperti kemampuan meramal dan perantara atau medium (Carrol, 2001).

secara singkatnya….

Parapsikologi adalah kajian ilmiah tentang fenomena psi. Dalam parapsikologi, fenomena psi betul-betul dipelajari dalam prosedur penelitian ilmiah yang ketat dan terukur. Berbagai pusat penelitian tentang psi ada di berbagai universitas di dunia, misalnya di Duke University, Amerika Serikat (pada tahun 1930-an berdiri laboratorium parasikologi pertama di dunia di universitas ini. Jb Rhine, pendirinya, kemudian dikenal sebagai bapak parapsikologi modern), dan di Edinburg University, Skotlandia. Bahkan universitas dunia, sekelas universitas Harvard dan Stanford, di Amerika Serikat, menawarkan juga studi tentang psi.
Kelompok studi tentang psi yang pertama kali berdiri adalah Society for Psychical Research, pada tahun 1882 di London, Inggris. Menyusul dua tahun kemudian berdiri kelompok studi serupa di Boston, Amerika Serikat. Sejak saat itu pula sampai hari ini, penelitian tentang psi masih belum meyakinkan banyak orang tentang keberadaannya. Bahkan sebagian ilmuwan jelas-jelas menolak bahwa psi itu ada. Namun meskipun masih kontroversial di kalangan ilmuwan, rakyat kebanyakan umumnya mempercayainya.
Meskipun, seperti kita ketahui ada banyak fenomena psi. Para ahli parapsikologi biasanya hanya berkonsentrasi mempelajari empat macam yang utama saja, yakni telepati, clairvoyance, prekognisi dan psikokinesis. Fenomena psi yang lain belum mendapatkan perhatian yang memadai. Bahkan meskipun diketahui bahwa fenomena psi ditemukan hampir disemua budaya. Boleh dibilang tidak ada budaya yang tidak mengenal psi. Di masyarakat, berkembang juga berbagai macam ilmu tentang astrologi, sihir, dan sulap. Namun, hal-hal tersebut bukan studi ilmiah sehingga harus dibedakan dengan parapsikolog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: