Parapsikologi dan Metafisika

I. Apa itu Aura?

Aura adalah merupakan medan energi yang memancarkan gelombang elektomaknetik. Tubuh kita ini dikelilingi oleh aura yang berupa cahaya/warna. Medan energi yang ada di tubuh kita tampak berwarna-warni dan memiliki warna tertentu yang merupakan warna dominan/warna utama.

Aura dapat dianalogikan seperti sidik jari, warna aura itu unik pada setiap orang.
Ukuran dan kecemerlangan pancaran aura itu berkaitan dengan:
- menunjukkan kesehatan jasmaniah,mental,emosional dan spiritual dari orang yang bersangkutan pada saat tertentu
- Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kedewasaan kepribadian seseorang.
- Aura manusia berwarna-warni sesuai dengan kepribadian dan kehidupan seseorang.

Masing-masing warna aura menunjukkan kepribadian yang berbeda.
- Panjang pendeknya aura dapat dideteksi dengan indra peraba kulit atau dengan dowser
- Aura seseorang dapat mempengaruhi maupun dapat dipengaruhi oleh lingkungan sehingga bisa cerah atau buram karena faktor lingkungan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pancaran aura tetap cemerlang, diantaranya :
- Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.
- Olahraga yang cukup dan teratur.
- Memenuhi kebutuhan tubuh akan udara segar.
- Istirahat dengan cukup, mengurangi rokok, alkohol dan obat terlarang.
- Mengurangi gerak hati, gerak pikir dan kegiatan-kegiatan yang buruk.
- Mengurangi sikap hati yang kasar, mudah emosi dan memperbanyak rasa kasih sayang.

II. Melihat Aura (tanpa mantra)

1. Melihat aura dengan jari tangan
Carilah tembok berwarna putih, duduklah dengan tenang pada jarak 1/2 meter dari tembok.Ambil napas sebanyak mungkin dan tahan selama mungkin. Lakukanlah sebanyak 5 kali. Gosokkan kedua telapak tangan hingga terasa hangat. Tempelkan masing2 jari tangan kanan dan kiri saling berpasangan. Letakanlah kedua tangan yang masih berpasangan tadi 30Cm didepan mata dengan latar belakang tembok berwarna putih. Renggangkanlah perlahan2 kedua telapak tangan saling menjauh. Perhatikanlah antara kedua ujung jari tadi akan mengeluarkan garis cahaya putih. Itulah aura yg memancar dari ujung jari kita.

2. Melihat aura dengan telapak tangan
Tarik nafas dan gosok kedua telapak tangan seperti cara No. 1. Tempelkan salah satu telapak tangan pada tembok berwarna putih. Tarik napas, tahan & hembuskan. Lepaskan telapak tangan dari tembok. Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok. Itulah aura yang memancar dari telapak tangan dan lama kelamaan akan larut dalam aura alam.

3. Melihat Aura diri sendiri
Letakkan cermin besar dihadapan kita, duduk dengan tenang. Usahakanlah latar belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon. Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin. Ulangilah sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yg ada dicermin. Pandangan mata diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan tubuh, namun lihatlah batas tepian kepala dengan latar belakang tembok. Setelah pandangan mata kita terfokus, maka perlahan2 dari kepala dan bahu akan keluar cahaya aura kita. Sinar yg pertama kali terlihat biasanya berwarna putih yg merupakan warna aura kita yg sesungguhnya. Tataplah terus sampai melihat warna lain yg tidak berubah. Setelah berhasil mulailah mencoba melihat aura orang lain.

4. Melihat Aura Orang Lain
Mintalah bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri didepan tembok yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan didalam ruangan dibuat remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter didepan objek. Fokuskanlah pandangan mata pada bagian tepi kepala dan bahu objek. Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi kepala objek. Fokuskanlah pandangan pada seluruh tepian tubuh objek, maka seluruh tubuh objek akan memancarkan warna aura.

III. Arti warna Aura

* Ungu, tingkat pencapaian kerohanian, hubungan Illahi, mistik. Terletak pada kelenjar pituitari atau ubun-ubun.
* Nila, kebijaksanaan mendalam, bersifat seni, penguasaan diri dan selaras dengan alam. Terletak di kelenjar pineal atau jidat.
* Biru, bermental kuat, kecerdasan dan pemikir nalar.
* Biru gelap, merupakan sifat curiga. Terletak di otak.
* Hijau, keseimbangan, harmoni, penyembuhan dan mudah menyesuaikan diri.
* Hijau gelap, penuh tipuan, licik. Terletak di leher.
* Kuning, kasih sayang, baik hati, belas kasihan dan optimis
* Kuning gelap, curiga dan tamak. Terletak di jantung.
* Oranye, energi dan kesehatan tubuh, berhubungan dengan penyakit dan vitalitas fisik yang rendah.
* Oranye gelap, memperlihatkan kecerdasan yang rendah. Terletak di lambung dan limpa.
* Merah, kehidupan jasmaniah, ambisi dan penuh birahi.
* Merah gelap, ganas dan penuh nafsu.
* Merah muda(pink), kasih tanpa pamrih, kelembutan hati, sopan santun. Terletak di bawah pusar.
* Coklat, pelit, mementingkan diri sendiri dan egois.
* Abu-abu, kemurungan, energi rendah dan rasa takut.
* Hitam, jahat, culas dan bermaksud buruk.
* Putih, menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.
* Perak, energi tinggi dan sangat berguna.
* Emas, diri yang luhur dan pencapaian kerohanian yang tinggi.

IV. Tambahan

Aura Pada manusia yang kita lihat itu, terdiri dari tiga bagian yaitu,

1. Bagian pertama atau bagian yang paling dekat dengan permukaan tubuh yang seakan menyelimuti dan mengikuti lekuk tubuh secara tepat adalah Aura Kembaran kita.(atau disebut juga Aura kembaran Etheris).Warna Aura ini kebanyakan berwarna gelap atau kadang agak kelabu.

2. Lapisan Kedua terletak diatasnya atau diluarnya adalah Aura bagian dalam yang sedikit banyak mencermin kankeadaan kesehatan si pemilik tubuh tsb.

3. Lapisan ketiga adalah lapisan diatasnya lagi atau dibagian luarnya lagi yang kita sebut Aura bagian luar ,yang sangat banyak terpengaruh oleh keadaan mental atau kebatinan orang ybs.

Ok temen – temen sekalian kali ini aku mau share dikit nih…
maap kalo misalnya aku terlambat membahas ini, dan udah ada yang membahasnya…
huhuhuhu :( :mewek

Mungkin temen-temen pernah melihat ada orang yang bisa meramal menggunakan media pendulum, untuk yang udah master niubi mohon maap jika ada kesalahan n mohon dikoreksi ^^v.
Buat yang belom tau pendulum itu apa, monggo disimak, disini aku akan membahas mengenai pendulum, cara membuat pendulum sederhana n bagaimana cara memprogram pendulum sehingga bisa digunakan untuk meramal…

I. Pengertian Pendulum

Pendulum adalah alat/ media yang bisa digunakan untuk melakukan
komunikasi dengan daya batin kita sendiri. Pendulum disini berperan
sebagai media jawaban yang diberikan oleh batin kita mengenai sesuatu
yang kita nggak tau n masih merupakan misteri. Pendulum itu berupa
benda yang digantung dengan tali dari titik nol/titik tetapnya sehingga
dapat dengan mudah berayun-ayun dengan bebas, dalam bahasa sehari-hari
pendulum ini kita biasa menyebutnya bandul.
pendulum ada dua macam:
1. model pemberat, dapat dibuat dari bahan apapun, tapi sebagian besar menggunakan kristal, walapun logam, tanduk, gading, juga dapat
digunakan sebagai pemberat
2. rantai/kalung, yang juga dapat dibuat dari bahan apapun, dengan tujuan menghubungkan antara tangan pemegang pendulum dengan bob. Yang jelas rantai ini harus dapat berbgerak bebas, sehingga benang atau tali yang kuat dan lentur dapat juga dipergunakan.

II. Memilih Pendulum

untuk membuat pendulum , pada dasarnya kita bisa menggunakan benda apa
saja yang ada disekitar kita, n gak perlu mahal-mahal juga
misal, untuk keperluan kita sendiri kita bisa memilih pendulum dengan
bahan yang sederhana n gak perlu bagus-bagus… n kalo digunakan untuk
dibawa-bawa, bolehlah pendulum menggunakan bahan yang lebih bagus.

III. Membuat Pendulum

pada bahasan sebelumnya telah dibahas cara memilih bahan yang akan
dibuat pendulum, sekarang saya akan membahas tentang cara membuat
pendulum.

bahan-bahan yang di gunakan untuk pendulum biasanya bisa dari
kayu,logam,besi,plastic,kristal dan lain-lain,tetapi di anjurkan
bahanya dari kayu atau plastic,karena selain ringan juga kita
menghindari radiasi dari luar seperti listrik yang memang mempunyai
medan energi yang tinggi.
untuk membuat pendulum, syaratnya adalah, Pendulum harus dapat bergerak
bebas so, tali/rantai yang digunakan sebagai gantungan harus
ringan/tipis, dan bentuknya simetris. Bandul bisa dibentuk silinder atau berbentuk bola. namun, dianjurkan berbentuk silinder(cincin)

kalau aku buat pendulum, pake cincin yang digantungkan dirantai tipis
(rantainya dimasukin ke lobang cincin) , so, bisa dipakai sebagai
kalung n mudah untuk dibawa kemana-mana.

IV. Memprogram Pendulum

Pendulum, sebelum digunakan harus dilakukan pengisian terlebih dahulu.
seperti halnya komputer, sebelum bisa digunakan harus di-”program” terlebih dahulu.
untuk memprogram pendulum (lebih tepatnya mengenali tingkah laku pendulum)
ada beberapa cara, namun dulu yang aku pake adalah menggunakan metode visualisasi jadi gak pake

kertas yang ada petunjuk2nya.
gini caranya….

1. Pegang rantai pendulum, biarkan pendulum bergerak2 hingga sejajar dengan titik nol gravitasi,

alias diem gak bergerak.
2. Ajukan pertanyaan yang anda tau pasti jawabannya adalah “YA”. lalu perhatikan gerakan dari

pendulum… misal berputar searah jarum jam.
3. Ajukan pertanyaan yang anda tau pasti jawabannya adalah “TIDAK”. lalu perhatikan gerakkan dari

pendulum misal ke kiri dan kekanan.
Sekarang anda telah mengetahui jawaban Ya dan Tidak melalui pendulum.
4. Untuk setiap pertanyaan dengan jawaban gak pasti, anda tinggal memutar sesuai kehendak anda si

pendulum misal searah jarum jam dan bilang… “kalo jawabannya iya ntar kamu berputar seperti ni

ya…” lalu katakan pertanyaan anda.

Catatan:
Semuanya itu tergantung juga dari latihan, makin banyak latihan/digunakan maka kepekaan anda terhadap segala sesuatu dengan media pendulum tersebut semakin terasah dan kekakuratan dari ramalan ada semakin tinggi.

Orbs, mungkin anda yang biasa liat program acara dunia lain, pasti kebanyakan udah gak asing ama istilah yang satu ini… sering dibahas/ ditampilkan pula dalam program acara tersebut ada orbs, vortex, ektoplasma dll…

Orbs, ada yang menyebut bahwa itu adalah bentuk pertama dari kemunculan/penampakan suatu makluk halus. bentuknya biasanya berupa bulatan bulatan dan berwarna putih…

Namun, ada pula yang nggak percaya dengan hal – hal mistik mengatakan bahwa itu cuman lensa yang kotor ato terkena embun saja. Tapi benar juga, tidak semua bulatan putih itu dibilang ORBS, orbs itu memiliki getaran energi/aura yang berbeda, sedangkan kalo debu itu tidak.

Selain Orbs disebutkan juga Ectoplasma.

Ectoplasma adalah tahapan kedua pemunculan Jin . Kekuatan mereka sudah cukup untuk memadatkan dan menyatukan uap air di udara sehingga cukup untuk membuat bayangan asap dan memanjang seperti gambar di atas . Kekuatan mereka berasal dari ketakutan manusia dan dari manusia yang menyembah mereka seperti , tukang minta-minta nomor pada setan atau dari mereka yang suka meberikan persembahan berupa suguhan suguhan kepada mereka . Tetapi sesungguhnya , bukanlah pengaruh dari suguhan yang manusia beri , tetapi pengaruh dari energy manusia itu sendiri yang memohon pertolongan dan perlindungan dari mereka itu

Vortex

Vortex adalah tahap ketiga pemunculan Jin . Mereka memiliki kekuatan dengan level energy seperti ini dikarenakan kerjasama dengan manusia dalam bentuk sihir . Manusia yang mempelajari ilmu sihir , baik itu teluh , santet , ilmu kutuk , guna-guna , menyilap pandangan mata , susuk , ilmu ilusi seperti tali berubah menjadi ular dan sebagainya , pesugihan ( karena terus disembah oleh manusia ) , itu memerlukan kerjasama yang sangat mendalam dengan mahluk Jin seperti ini . Setiap hari energy manusia akan mereka serap , sehingga cukup untuk membuat mereka mampu memasuki dimensi manusia secara nyata . Tidak perlu lagi mereka mengirimkan sinyal ke otak manusia , karena mereka bisa mewujudkan diri kapan saja dan dimana saja dalam waktu tidak terbatas siang atau malam . Mereka mampu menggerakan benda benda yang lebih besar dan lebih berat , mampu mengapungkannya , tertangkap kamera , dan melakukan kegiatan-kegiatan horor lain yang benar benar menyeramkan dan menakutkan.

diolah dari berbagai sumber.

Ada berkembang di kepercayaan jawa, hari Jumat khususnya dengan pasaran kliwon dianggap hari yang sakral alias keramat , banyak ritual – ritual khusus yang dilakukan pada hari jumat kliwon,
kenapa bisa begitu? kenapa hari jumat itu dianggap sakral….
ada beberapa pendapat tentang hal itu,
namun secara kejawen ini alasannya…
kunci dari ajaran kejawen adalah kepercayaa terhadap sedulur papat limo pancer (S45P)

Sejak dahulu orang Jawa telah mempunyai “perhitungan“( petung Jawa ) tentang pasaran, hari, bulan dan lain sebagainya. Perhitungan itu meliputi baik buruknya pasaran, hari, bulan dan lain sebagainya. Khusus tentang hari dan pasaran terdapat di dalam mitologi sebagai berikut :
1.Batara Surya ( Dewa Matahari ) turun ke bumi menjelma menjadi Brahmana Raddhi di gunung tasik. Ia menggubah hitungan yang disebut Pancawara ( lima bilangan ) yang sekarang disebut Pasaran yakni : Legi, Paing, Pon, Wage dan Kliwon nama kunonya : Manis, Pethak ( an ) Abrit ( an ) Jene ( an ) Cemeng ( an ), kasih. ( Ranggowarsito R.NG.I : 228 )

2.Kemudian Brahmana Raddhi diboyong dijadikan penasehat Prabu Selacala di Gilingwesi sang Brahmana membuat sesaji, yakni sajian untuk dewa-dewa selama 7 hari berturut-turut dan tiap kali habis sesaji, hari itu diberinya nama sebagai berikut

a. Sesaji Emas, yang dipuja Matahari. Hari itu diberinya nama Radite, nama sekarang : Ahad.

b. Sesaji Perak, yang dipuja bulan. Hari itu diberinya nama : Soma, nama sekarang : Senen.

c. Sesaji Gangsa ( bahan membuat gamelan, perunggu ) yang dipuja api, hari itu diberinya nama : Anggara, nama sekarang Selasa.

d. Sesaji Besi, yang dipuja bumi, hari itu diberinya nama : buda, nama sekarang : Rebo.

e. Sesaji Perunggu, yang dipuja petir. Hari itu diberinya nama : Respati, nama sekarang : Kemis.

f. Sesaji Tembaga, yang dipuja Air. Hari itu diberinya nama : Sukra, nama sekarang : Jumat

g. Sesaji Timah, yang dipuja Angin. Hari itu diberinya nama : Saniscara disebut pula : Tumpak, nama sekarang : Sabtu.

Nama sekarang hari-hari tersebut adalah nama hari-hari dalam Kalender Sultan Agung, yang berasal dari kata-kata Arab ( Akhad, Isnain, Tslasa, Arba’a, Khamis, Jum’at, Sabt ) nama-nama sekarang itu dipakai sejak pergantian Kalender Jawa – Asli yang disebut Saka menjadi kalender Jawa / Sultan Agung yang nama ilmiahnya Anno Javanico ( AJ ). Pergantian kalender itu mulai 1 sura tahun Alip 1555 yang jatuh pada 1 Muharam 1042 = Kalender masehi 8 Juli 1633. Itu hasil perpaduan agama Islam dan kebudayaan Jawa.

Angka tahun AJ itu meneruskan angka tahun saka yang waktu itu sampai tahun 1554, sejak itu tahun saka tidak dipakai lagi di Jawa, tetapi hingga kini masih digunakan di Bali. Rangkaian kalender saka seperti : Nawawara ( hitungan 9 atau pedewaan ) Paringkelan ( kelemahan makhluk ) Wuku ( 30 macam a’7 hati, satu siklus 210 hari ) dll.

Dipadukan dengan kalender Sultan Agung tersebut, keseluruhan merupakan petungan ( perhitungan ) Jawa yang dicatat dalam Primbon. Dikalangan suku Jawa, sekalipun di lingkungan kaum terpelajar, tidak sedikit yang hingga kini masih menggunakannya primbon.
Sadulur Papat Kalima Pancer

Hitungan Pasaran yang berjumlah lima itu menurut kepercayaan Jawa adalah sejalan dengan ajaran “ Sedulur papat, kalima pancer “ empat saudara sekelahiran, kelimanya pusat.

Ajaran ini mengandung pengertian bahwa badan manusia yang berupa raga, wadag, atau jasad lahir bersama empat unsur atau roh yang berasal dari, tanah, air, api dan udara. Empat unsur itu masing-masing mempunyai tempat di kiblat empat. Faktor yang kelima bertempat di pusat, yakni di tengah.

Lima tempat itu adalah juga tempat lima pasaran, maka persamaan tempat pasaran dan empat unsur dan kelimanya pusat itu adalah sebagai berikut :

1. Pasaran Legi bertempat di timur, satu tempat dengan unsur udara, memancarkan sinar ( aura ) putih.

2. Pasaran Paing bertempat di selatan, salah satu tempat dengan unsur Api, memancarkan sinar merah.

3. Pasaran Pon bertempat di barat, satu temapt dengan unsur air, memancarakan sinar kuning.

4. Pasaran Wage bertempat di utara, satu tempat dengan unsur tanah, memancarkan sinar hitam

5. Kelima Kliwon tempatnya di pusat atau di tengah, adalah tempat Sukma atau Jiwa, memancarkan sinar manca warna ( bermacam-macam )

Dari ajaran sadulur papat, kalima pancer dapat diketahui betapa pentingnya Pasaran Kliwon yang tempatnya ditengah atau pusat / tengah atau pusat itu tempat jiwa atau sukma yang memancarkan daya – perbawa atau pengaruh kepada “ Sadulur Papat atau Empat Saudara ( unsur ) sekelahiran.

Paranormal berasal dari bahasa Yunani. ‘Para’ artinya ‘di luar’ atau ‘melampaui’, dan normal. Jadi dari asal katanya, paranormal berarti sesuatu di luar normal atau melampaui hal-hal normal. Secara definitif, paranormal adalah istilah yang digunakan untuk segala jenis fenomena psikis, pengalaman atau kejadian yang terlihat memiliki hubungan dengan jiwa (psike) atau pikiran (mind), dan yang tidak dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip fisika.

Ada juga yang mengatakan,

Paranormal adalah suatu kegiatan yang melibatkan indera khusus dalam berhubungan dengan alam gaib. Dalam menjalani kemampuannya seorang paranormal membutuhkan penggunaan indera dengan indera khusus di luar panca inderanya atau sering disebut dengan sixth sense. Hal ini dikarenakan obyek yang ingin dihubungi bersifat gaib yang tidak dapat diraih oleh manusia biasa, tidak dapat dilihat dengan kasat mata dan membutuhkan indera khusus untuk berkomunikasi dengan mereka.

Hubungan paranormal dengan ESP

Di dalam ESP mempelajari penginderaan khusus bagi manusia-manusia tertentu. ESP dapat diartikan sebagai sensor informasi yang diterima oleh individu melebihi lima panca inderanya yaitu mencium, melihat, merasa, mendengar, dan meraba. Kemampuan ini dapat menyediakan informasi dalam bentuk waktu saat ini, masa lalu dan masa depan. Oleh karena itu paranormal dan ESP erat kaitannya. Dalam penggunaan kemampuan paranormal, individu tersebut membutuhkan ESP dalam menjalaninya. Sehingga kebutuhan akan ESP sangat penting bagi seorang paranormal.

Secara bahasa, ESP (extrasensory perception) jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira bisa diartikan sebagai “penerimaan oleh indera khusus”. Maksudnya indera khusus yaitu indera yang di luar panca indera kita (penciuman, perabaan, pendengaran, penglihatan dan pembicaraan). Jadi, ESP dapat diartikan sebagai sensor informasi yang diterima oleh individu melebihi lima panca inderanya yaitu mencium, melihat, merasa, mendengar, dan meraba. Kemampuan ini dapat menyediakan informasi dalam bentuk waktu saat ini, masa lalu dan masa depan. Kemampuan panca indera yang dimiliki individu yang memiliki ESP juga bernilai lebih, seperti orang ESP dapat merasakan, mendengar, melihat hal-hal yang tidak terlihat pada orang pada umumnya (Schmeidler, 1994).
ESP terkadang menyerahkan begitu saja sebagai sixth sense suatu insting yang mendalam, firasat atau dugaan, getaran yang aneh atau intuisi. Tingkatan ini menunjukkan sumber informasinya dipastikan tidak dapat dijelaskan secara ilmiah (Rhine, 1957).

Extrasensory perception (ESP) sudah dikenalkan semenjak tahun 1870 oleh Sir Richard Burton. Seorang peneliti Perancis, Dr. Paul Joire, pada tahun 1892 menggunakan ESP untuk menjelaskan kemampuan seseorang yang memiliki kemampuan hipnotis atau kemampuan dimana orang tersebut dalam keadaan tak sadarkan diri dapat mengetahui berbagai rasa yang ada di luar tanpa menggunakan indera yang dimilikinya.
Sekitar tahun 1920-an, Ophthalmogist di Munich, Dr. Rudolph Tischner, menggunakan ESP daam menggambarkan the “externalization of sensibility”. Lalu sekitar tahun 1930-an, The American Parapsychologist, J. B. Rhine mempopulerkan masa ini (ESP) dalam mengikutsertakan fenomena psikis dengan fungsi sensory. Sistem studi pertama pada ESP sudah dilakukan pada tahun 1882, di saat komunitas penelitian fisikal sudah menemukannya di London.

Tipe-tipe dalam ESP menurut Ensiklopedia Wikipedia, yaitu:
a. Clairvoyance dan Remote viewing, yaitu kepekaan yang lebih dalam penglihatan terhadap orang, tempat atau situasi secara langsung tanpa bantuan indera-indera normal lainnya.
b. Precognition atau Retrocognition, yaitu penglihatan yang bekerja melampaui atau melalui waktu.

c. Kemampuan membaca aura dan intuisi medis, yaitu penglihatan atau persepsi tentang beberapa aspek manusia, seperti aura, yang manusia lainnya tidak dapat melihatnya.
d. Psychometry, Clairaudience, Clairsentience, Clairalience dan Clairgustance, yaitu penglihatan atau persepsi yang dimiliki terhadap suatu aspek yang tidak dapat dirasakan orang lain melalui indera normalnya.
e. Telepathy, yaitu merupakan suatu hubungan antara kesadaran-kesadaran dari dua orang atau lebih tanpa adanya bantuan-bantuan indera yang kelihatan atau nyata.
f. Out-of-body experiences sering disebut juga dengan meraga sukma/astral projection yaitu pengalaman dalam memisahkan roh dari tubuhnya.
g. Mediumship, yaitu kemampuan berkomunikasi dengan roh seseorang atau binatang yang sudah meninggal.
h. Psychokinesis, yaitu kemampuan untuk menggerakkan objek dengan pikiran tanpa menyentuhnya atau memanipulasinya.

Selamat datang di blog parapsikologi.

Blog ini dibuat, ditujukan untuk saudara saudara yang penasaran, bingung dengan hal hal yang berkaitan dengan fenomena dan gejala parapsikologi metafisika.

Disini akan dibahas cerita cerita/pengalaman yang berkaitan dengan fenomena parapsikologi, pengertian parapsikologi dan metafisika dan lain sebagainya

untuk pembaca yang punya pengalaman mistis dan ingin ditampilkan di blog ini bisa kirim email ke pucatpasi@c2.hu
atau yang ingin share ilmu, tips dan trik parapsikologi, monggo kirim aja tulisanya ke email diatas.

akhir kata, moga blog ini bisa berguna dan menambah wawasan anda sekalian dan juga saya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.